Lies Marriage | Fourteenth


 

Cast                    : Park Ji Yeon

Choi Min Ho

Support Cast        : Krystal

Yoo Seung Ho

Genre                 : Romance etc

Length                : 14 Of ?

***

Jiyeon POV

             “Seungho-ah..”gumamku saat melihat Seungho yang sedang terbaring tidak sadarkan diri memakai infus di hidung dan tangannya,ada alat pendeteksi jantung disebelahnya.

             “neo..kenapa kau tidak pernah memberitahu aku? kenapa kau tidak memberitahu aku kalau kau…kalau kau..kau..punya..penyakit yang sudah sangat parah? Wae? “tanyaku pada Seungho yang aku yakin tidak akan mendengarnya,mataku sudah banjir dengan air mata.Minho juga hanya melihatiku dari belakang.

             “Seungho-ah..ireona…ppali-wa.ireona..na yeogiseo..”ucapku sambil mengguncang-guncangkan tangan dan badan Seungho,aku tahu..Seungho tidak akan bangun untuk sementara waktu.

             “Jiyeon-ah..geumanhae..Seungho tidak akan bangun..biarkan dia tenang dulu”ucap Minho sambil memegang pundakku,suaranya bergetar.Akupun langsung melihat ke arah Minho yang berdiri dibelakangku,aku langsung memeluk Minho dan menangis sepuasku dipelukannya,Nyaman.

***

             Seminggu ini Seungho tidak juga bangun-bangun dari tidurnya,aish! kau sangat lelahkah? Sampai tidur sebegitu lama?.Semenjak Seungho masuk rumah sakit dan aku tahu penyakit yang diidap Seungho,aku tinggal di Apartement Minho lagi karena Apartement Minho sangat dekat dengan Rumah Sakit tempat Seungho dirawat,namun kami tidak tinggal bersama.Minho tinggal di rumahnya bersama orang tuanya,hubungan kami? Entahlah tidak jelas,Gantung.

             “kau kenapa tidak mau bangun Seungho-ah? Apakah kau tidak mau melihatku lagi? Kau tidak kangen padaku?”tanyaku,lagi,air mata ini keluar lagi.

             “aish! nappeun namja….kau sudah membuatku nangis beberapa kali..nappeun namja..”gumamku.TIIITTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT,eoh? Suara apa itu? Akupun melihat ke arah pendeteksi jantung yang berada di samping kanan Minho.MWO?! andwae..ini tidak mungkin..aku salah lihatkan?! Kenapa…garisnya menjadi lurus? Akupun langsung memanggil dokter dan suster menggunakan tombol yang berada di tempat tidur Minho untuk tombol Emergency.Tidak lama kemudian Para Dokter dan Suster berdatangan,aku disuruh menunggu diluar.Aku langsung menelefon Minho memintanya datang dan menemaniku disini,keadaanku saat ini sedang kacau.

             Minho sudah datang,dia langsung memelukku sambil menunggu Seungho yang masih diperiksa didalam,rasa khawatirku sama dengan rasa khawatir saat aku menunggu hasil kelulusan.Seungho-ah..kau baik-baik saja bukan?

             “Apakah kalian keluarga dari Yoo Seungho?”tanya seorang dokter yang keluar dari ruangan Seungho.

             “ne..kami keluarga dari Seungho,apakah Seungho baik-baik saja? Tidak terjadi apa-apa bukan?”tanyaku bertubi-tubi,Dokter itupun langsung mendesah berat dan menundukan kepalanya.Wae? apakah ada yang salah?

             “Mianhae,kami sudah berusaha sebisa kami..”ucap Dokter itu sambil menepuk pundakku dan meninggalkan Aku dan Minho yang terdiam mematung.Andwae…tidak mungkin..Andwae..tidak mungkin Seungho pergi,tidak mungkin Seungho meninggal!!

             “Seungho-ya!!”teriakku,Minho langsung menarikku dan memelukku.

             “Seungho!!”pekikku lagi dan langsung menghambur masuk kedalam ruangan Seungho,Kakiku sudah sangat lemas,aku melihat Seungho yang pucat,matanya tertutup.

             “Seungho-ah!! Kau kenapa pergi?! Kau mau membuatku sedih?! Nappeun namja! Kau sudah membuatku sedih Seungho-ah!! nappeun namja!! Kenapa kau tidak minta maaf padaku dulu?! Kenapa kau tidak bilang-bilang kalau mau pergi?!”tangisku pecah,Minho hanya membiarkanku mengeluarkan semuanya.

             “kau bilang di malam natal nanti kau akan melamarku?! Mana janjimu?!”

#flashback

             “Seungho-ah..bentar lagi Natal..haish! sedihnya diriku,nanti akan melewatinya sendirian..”ucapku sambil meruncingkan mulutku *bukan diserut ya!*

             “ani,kau tidak akan melewatinya sendiri”ucap Seungho tiba-tiba,Akupun langsung melihat ke arah Seungho dan menatapnya aneh.

             “ahh..arraso..aku memang tidak akan melewatinya sendiri,tapi bersamamu bukan? Ya! Aku ingin melewatinya bersama suami atau pacarku..bukan denganmu..aku bosan denganmu..”ucapku bercanda,Seunghopun tersenyum misterius.

             “kau tidak akan sendirian Jiyeon..kau akan bersamaku..karena malam itu..aku janji akan melamarmu..”ucap Seungho,Akupun langsung terperangah mendengarnya dan langsung tersenyum.

#End Of Flashback

End Jiyeon POV

Minho POV

             “kau bilang di mala natal nanti kau akan melamarku?! Mana Janjimu?!”ucap Jiyeon sambil mengguncang-guncangkan badan Seungho,Mwo?! Seungho akan melamar Jiyeon di malam natal nanti? Jiyeonkan masih berstatus istriku?

             “Jiyeon-ah..geumanhae..ayo kita keluar..Seungho harus diurus oleh suster-suster ini..”ucapku sambil memegang pundak Jiyeon yang naik turun.

             “ani,aku akan menemani Seungho..Seungho masih hidup..dia tidak mungkin pergi..”ucap Jiyeon,akupun menghela nafas.

             “Jiyeon-ah..dia sudah pergi..dia sudah pergi meninggalkanmu selamanya..lihat dia! dia sudah ditutupi kain putih seperti itu,dia sudah tidak bernafas…kau tidak menyadarinya?!”bentakku,aku sendiri kaget kenapa aku bisa membentak Jiyeon seperti ini.Otakku sedang tidak bekerja dengan benar.

             “ara..”jawabnya pelan,malah sangat pelan.Hampir tidak terdengar malah namun itu sudah cukup untukku.

             “ne?”tanyaku sekali lagi.

             “ara,aku tau Seungho sudah tidak ada..aku harus bisa menerimanya…orang bilang kalau ada orang yang tidak merelakan orang yang sudah tiada,dia pasti tidak akan tenang.Dan aku ingin membuat Tenang Seungho..jadi aku harus merelakannya…bukankan begitu?”tanya Jiyeon,sambil menatapku dan kulihat air matanya menurun deras.

             “Mianhae Jiyeon-ah..sekarang..aku akan pinjamkan bahuku..kau bisa menangis sepuasnya..”ucapku sambil memegang tangan Jiyeon.Jiyeon hanya melihatiku dengan mata yang basah,aku? aku tersenyum tulus ke arahnya.Dan tidak lama kemudian,Jiyeon ikut tersenyum dan langsung memelukku.

***

             Aku dan Jiyeon harus pulang untuk membersihkan badan kami,sambil menunggu kedua orang tua Seungho datang.

             “Seungho-ah..lihat..salju datang…”ucap Jiyeon sambil mengadahkan kepalanya.

             “cepatlah masuk,kau bisa sakit nantinya”ucapku,Jiyeonpun langsung melihat ke arahku dan tersenyum.

             “untung,bajuku masih tersisa di apartement ini”gumamku.

Setelah kami sampai di unit kami,kami mandi di kamar masing-masing kami yang dulu,setelah selesai akupun berencana akan pulang dulu ke rumah orang tuaku,namun saat aku melihat ke arah balkon aku melihat Jiyeon berdiri disana.

             “Hey”

             “ah…Minho-ah..kau sudah selesai?”tanya Jiyeon,hish..dia ini ada-ada saja,sudah tahu Seoul bersalju,berdiri di balkon seperti ini tapi kenapa tidak pakai jaket?

             “kau sedang apa disini? Diluar sajang hujan..kenapa kau tidak pakai jaket?”tanyaku,Jiyeonpun melihat ke atas langit dan memeluk dirinya sendiri.

             “hmm..aku lupa hehe..”ucapnya sambil membalikan badannya kembali melihat pemandangan Seoul dari balkon.Akupun langsung melepas jaketku dan memakaikan ke pundak Jiyeon,Jiyeon terlihat kaget dan melihat kearahku namun aku hanya tersenyum,

             “aku tidak mau kau sakit”ucapku,Jiyeonpun terdiam.

             “gomawo Minho-ah..”ucap Jiyeon sambil memelukku.Aku kaget dengan perilakunya sekarang.

             “seandainya kita tidak bercerai”gumamku tanpa sadar.

             “kau bisa memperbaikinya..”gumam Jiyeon pelan,sangat pelan.Namun itu terdengar keras di telingaku.Akupun terdiam,Apakah Jiyeon memberiku kesempatan kedua? Apakah Jiyeon merubah pikirannya untuk bercerai untukku?

             “apa maksudmu Jiyeon?”tanya Minho,Jiyeonpun langsung melonggarkan pelukannya dan menatapku.(dengerin lagu Found You by JYJ)

             “kau tidak mendengar? Kau masih bisa memperbaikinya”ucap Jiyeon sambil tersenyum,senyuman yang aku suka.Aku hanya bisa melihatinya kaget dan tidak percaya.Apakah aku bermimpi?

             “kau masih tidak mengerti?”tanya Jiyeon,aku hanya diam mematung.

Kejadiannya sangat cepat,tiba-tiba saja Jiyeon menempelkan bibirnya di bibirku.Ya,Kami berciuman di bawah salju,didepan pemandangan Seoul yang sangat indah,di balkon Apartement kami.

End Minho POV

Author POV

             “Saranghae,Choi Minho”

             “Nado Saranghae Park Ji Yeon”

***

To Be Continue

Annyeong!! huee..pendek banget ya?? Author sibuk banget..hehe liburan masih sibuk,SIBUK MAIN! hueeheheheh..Eotte? tambah ga nyambung ya ini cerita mian ya~ Author ga ada ide lagi..Semoga kalian tetep suka aminn

Comment+Like Is My Oxygen

Advertisements

6 thoughts on “Lies Marriage | Fourteenth

  1. uwaaaaaa knp pendek bgt ?!!

    next partnya jgn lama” ya ..
    jgn bikin aku mati penasaran 😉

    ceritanya semakin bagus kok,
    lanjuttttt !!

Your Comment + Like Is My Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s