Lies Marriage {Eleven}


Cast                    : Park Ji Yeon

Choi Min Ho

Support Cast        : Krystal

Genre                 : Romance etc

Length                : 11 Of ?

***

Author POV

             Minho yang sedang mengerjakan tugas kantornya langsung berhenti saat melihat Jiyeon yang sedang berdiri di ambang pintu dan tersenyum kecil.

             “kau sudah bengun?”tanya Minho,Jiyeonpun mengangguk.

             “bagaimana keadaanmu sekarang? Apa sudah membaik?”tanya Minho,Jiyeonpun mengangguk lagi.Minhopun ikut mengangguk dan kembali fokus ke laptopnya.Jiyeon yang duduk disamping Minho hanya melihati Minho yang sepertinya sangat sibuk.

             “Minho-ah..”panggil Jiyeon pelan.

             “ne?”tanya Minho masih fokus ke laptopnya.

             “Minho-ah..”panggil Jiyeon lagi.

             “mwo?”tanya Minho sambil mengalihkan matanya ke Jiyeon,Minho kaget melihat Jiyeon yang mengeluarkan air matanya dengan deras.

             “n-neo wae geurae?”tanya Minho sambil menatap aneh Jiyeon.

             “Minho-ah..”panggil Jiyeon,Minhopun mengerutkan keningnya.

             “Minho-ah..”panggil Jiyeon,Minho merasa aneh dan akhirnya Minho menarik Jiyeon kedalam pelukannya.

             “Minho-ah…Minho…Minho..”panggil Jiyeon terus-terusan,Minho mulai mengerti dengan keadaan Jiyeon.Akhirnya Minho mengusap-usap punggung Jiyeon dengan pelan dan mencium puncak kepala Jiyeon,Minho tidak kuat menahan air matanya.

             “ne..aku disini..Jiyeon-ah…ulljima..ulljima..”ucap Minho dengan suara serak,Jiyeon masih menangis dipelukan Minho.

             “gajima..gajima..jebal..gajima..”ucap Jiyeon pelan,sangat pela..malah hampir tidak terdengar namun tidak bagi Minho,baginya itu suara yang besar.

             “ne..aku akan disini..aku tidak akan pergi lagi..aku janji..”jawab Minho,tambah mengeratkan pelukannya.

***

             “Minho-ah..”panggil Jiyeon,sekarang Jiyeon sudah merasa lebih tenang,mereka berdua sekarang sedang duduk di meja makan sambil menikmati teh,kebetulan diluar sedang hujan deras.

             “mwoya?”tanya Minho.

             “apakah kita harus memberitahu kedua orang tua kita,kalau kita sudah bercerai?”tanya Jiyeon,Minhopun terlihat sedikit berpikir dan menghembuskan nafasnya,sungguh rumit hidupnya.

             “molla,bagaimana menurutmu?”tanya Minho,Jiyeonpun terdiam.

             “bagimana kalau kita kembali seperti dulu dan memulai dari awal,kita angga saja kalau kita baru saja menikah..eotte?”tanya Jiyeon,Minhopun terdiam.Diam-diam Jiyeon menatap wajah Minho yang terlihat bingung dan resah itu.Jiyeonpun langsung tersenyum pahit dan mengerti.

             “aku tau jawabannya..baiklah kalau begitu..lebih baik kita bicarakan pada kedua orang tua kita,hari ini aku akan pulang ke rumahku..”ucap Jiyeon,Minho masih diam tidak bergeming.Jiyeon menuju pintu apartement,dia berhenti sebentar.

End Author POV

Jiyeon POV

             Aku berhenti sebentar sebelum keluar dari apartement ini,sungguh hati ini sangat remuk.Minho memang tidak pernah menyukaiku,akupun mengambil nafas dalam-dalam.

             “Gomawo untuk semuanya Minho-ah,terimakasih kau sudah menolongku selama ini..maafkan aku bila aku ada salah padamu…Sampai Jumpa Lagi..”ucapku dan keluar dari apartement itu.Aku berlari menjauh dari apartement Minho,aku ingin sekali menangis tapi air mataku sudah tidak keluar,aku sudah terlalu banyak menangis dan mungkin air mataku sudah habis,yang ada dadaku sangat sesak sangat tidak ada asupan udara.Tidak terasa aku menuju taman yang lumayan sepi,akupun langsung mencari tempat duduk dan duduk disana.Aku memukul-mukul dadaku sendiri,Appo..appo..neomu appo..

             “appo…appo…appo eomma…tolong aku eomma…”isakku,aku sudah tidak peduli kalau aku dilihati orang lain atau tidak,aku sudah tidak peduli dengan dunia sekitar.Yang ada dipikiranku sekarang adalah,MATI.

             “Jiyeon-ah!”teriak seseorang,akupun langsung menoleh ke arah sumber suara,Seungho?bukankah itu Yoo Seungho? Teman kuliahku dulu?

             “Jiyeon-ah…kau sedang apa disini? Y-ya..kenapa kau terlihat sangat kacau?”tanyanya,akupun langsung tersenyum dan memeluk Seungho,padahal kami baru saja bertemu.

             “y-ya..Jiyeon..wae geurae? Apa kau sedang ada masalah?”tanya Seungho balik memelukku,aku sungguh rinduk dengan suaranya.

             “ne,tolong aku seungho..bawa aku ke tempat yang jauh…jebal aku tidak kuat tinggal disini..atau aku harus mati?”tanyaku putus asa.Seungho langsung melepaskan pelukannya dan memegang kedua pundakku.

             “ya! Andwae! Kau ini! hanya masalah sepele masa kau mau bunuh diri?!”tanya Seungho marah,aku tidak tahu kenapa dia terlihat marah.

            “molla Seungho-ah..aku sangat bingung dengan aku yang sekarang..”ucapku,Seunghopun menghembuskan nafasnya.

             “kalau kau mau,kau boleh cerita padaku..ya walaupun kita baru saja bertemu..”ucapnya,aku sedikit ragu.Tapi aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi sekarang,Akhirnya akupun menceritakan semua kejadian yang aku alami.Aku sangat senang berbagi suka dan duka pada Seungho,dia sangat enak diajak bicara.Pokoknya aku sangat tenang didekatnya.

             “jadi kau ini…sudah menikah sekarang?”tanya Seungho,amengangguk.

             “tapi bukankah aku sudah bilang,sekarang aku sudah bercerai..walaupun tidak resmi…tetap saja bagiku itu asli”ucapku,Seunghopun mengangguk.

             “jadi sekarang kau mau kemana?”tanya Seungho,akupun menggeleng.

             “molla..”jawabku jujur,Seunghopun tersenyum.Wuahhh senyuman angelicnya tidak hilang-hilang.

             “kau tinggal saja denganku..di apartementku..tenang saja aku tidak akan berbuat apa-apa..”ucap Seungho,aku diam melihat matanya.Matanya sangat jujur dan tulus,akupun berpikir sebentar dan akhirnya akupun mengangguk.

             “apakah tidak apa-apa?”tanyaku,Seunghopun mengangguk.

***

             Aku melihat ke sekeliling ruangan apartement Seungho,wuah…sekarang dia berubah sekali.Sepertinya dia menjadi orang penting di kantornya karena di ruangannya ini sangat banyak piagam ‘Best Worker’

             “kau menjadi anak teladan di kantormu ya?”tanyaku,Seunghopun hanya terkekeh.Tidak lama kemudian,Seungho kembali dari dapur sambil memawa segelas jus dan makanan kecil.

             “ini makan dulu..aku yakin perutmu kosong..”ucap Seunghho,Jiyeonpun tersenyum manis.

             “gomawo..maafkan aku,aku selalu merepotkanmu..”ucapku,sungguh aku merasa tidak enak dengannya,sejak dulu aku selalu merepotkannya.

             “tidak disangka kita bisa bertemu lagi,Jiyeon-ah..”ucap Seungho,akupun langsung tersenyum kecil.

             “sudah sangat lama aku mencarimu..kau masih ingat bukan waktu aku menyatakan perasaanku padamu?”tanya Seungho,akupun langsung terdiam mengingat-ngingat kejadian itu.

#Flashback

             “Jiyeon-ah!!”teriak Seungho dari belakang,aku sudah tau itu pasti Seungho.Akupun membalikan badanku.Kami adalah teman dekat.

             “Seungho-ah..wae geurae? Kenapa kau terlhat habis maraton?”tanyaku,Seunghopun mengelap keringat di dahinya.

             “aku mengejar-ngejarmu tahu! Kau malah tidak dengar..ternyata kau memakai headset dari tadi!”ucap Seungho dengan muka cemberutnya,benar apa yang dikatakannya.

             “lalu kau memanggilku ada apa?”tanyaku,Seunghopun langsung menarikku,Membawaku ke taman kampusku.

             “aku ingin memberimu ini..”ucap Seungho sambil menyodorkan kotak kecil berwarna putih.

             “ini apa?”tanyaku,Seunghopun membuka kotak itu.

             “aku ingin kau menikah denganku,Jiyeon-ah..Aku suka padamu..ani..aku sayang padamu..Saranghae..”ucap Seungho,Akupun langsung membelalakan mataku.

             “jadi bagaimana Jiyeon-ah?”tanya Seungho,aku mengingat-ingat kata eomma yang mau menjodohkanku dengan anak temannya sendiri,dan aku tidak boleh menolak.Sebenarnya aku juga menyukai Seungho.

             “mianhae Seungho,aku sudah memiliki tunangan..”ucapku,Seunghopun langsung menunduk dan menelan ludahnya dan tersenyum pahit.

             “ne…gwaenchana..kau bisa menyimpan cincin ini?”tanya Seungho.Akupun langsung tersenyum dan menangguk.

 

#End Flashback

 

“Seungho-ah..”panggilku,Seunghopun langsung menengok ke arahku.

“ne?”tanya Seungho.

“kalau saja waktu itu aku menerima lamaranmu..pasti..aku akan hidup bahagia..”ucapku tanpa sadar.Namun aku yakin ini dari hatiku yang paling terdalam.

End Jiyeon POV

Seungho POV

“Seungho-ah”panggil Jiyeon,akupun langsung menengok ke arah Jiyeon dan menatapnya yang sedang menunduk.

“ne?”tanyaku.

“Kalau saja waktu itu aku menerima lamaranmu..pasti..aku akan hidup bahagia..”ucap Jiyeon,akupun terdiam membulatkan mataku.Sepertinya dia tidak sadar mengucapkan itu,namun matanya terlihat serius.Asal kau tahu Jiyeon-ah..aku memang masih sangat mencintaimu…sayangnya..kalau kau menikah denganku,kau akan menjadi sedih..bukan bahagia…

***

To Be Continue

Annyeong Readers!! bagaimana?? hehe..maaf ya sudah menunggu lama hehe,,soalnya daku sangat sibuk #plakk
igeo? eotte? panjankah? ramekah? Comment ya!!

Comment+Like Is My Oxygen

Advertisements

7 thoughts on “Lies Marriage {Eleven}

  1. kok jadi sedih bukannya bahagia kalau nikah sam seungho.

    itu minhonya kena sindrom apa sih sampe gag bisa buat keputusan buat hidupnya sendiri???

  2. loh? kok sedih? kenapa?
    maaf author, aku readers dadakan.. hehehe 😀 tadi liat ini udh part 11 aku baca dari awal #curcol
    lanjut author!!

Your Comment + Like Is My Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s