Lies Marriage {Tenth}


Cast                    : Park Ji Yeon

Choi Min Ho

Support Cast        : Krystal

Genre                 : Romance etc

Length                : 10 Of ?

***

Krystal POV

             Jiyeon sudah tertidur pulas di kamarku ternyata badannya panas,mungkin karena efek dingin dari salju tadi,akupun langsung mengambil ponsel untuk menelefon Minho dan menyuruhnya menjemput Jiyeon di rumahku.Telefonpun tersambung.

             “Yongseo,wae geurae jagi? Kenapa malam-malam begini kau menelefonku?”tanya Minho langsung,akupun langsung menghela nafas.

             “Minho-ah..dengarkan aku..sekarang Jiyeon sedang ada di rumahku,tadi aku bertemu dengannya di halte bis..dia membawa koper dan tas yang besar..dia tidak tahu mau kemana,maka itu aku bawa dia kerumahku…bukannya aku tidak mau merawatnya disini,tapi..aku rasa kalian harus memperbaiki hubungan kalian lagi”ucapku panjang lebar,Minho tidak menjawab apa-apa dia hanya diam.

             “Minho-ah!”panggilku,terdengar Minho menghembuskan nafasnya.Haish! mengapa mereka inii sama-sama keras kepala?

             “ani,aku tidak akan menjemputnya..kami sudah bercerai Krystal”ucap Minho,akupun mendengus kesal.

             “Minho-ah! Cepatlah kau kesini,atau aku akan marah padamu!”ancamku,aku tahu Minho sangat tidak suka dengan ancamanku.

             “baiklah”jawab Minho pada akhirnya.

Akupun memutuskan hubungan telefon dan setelah cukup lama aku menunggu Minho di ruang tamu Minho datang,akupun menyuruhnya untuk masuk.

             “kau ingin aku menjemputnya bukan? Untuk apa? Kami sudah bercerai Krystal!! Kami sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi,lagipula salah dia sendiri! Dia bukan yang meminta untuk keluar dari apartementku?”tanya Minho,aku tidak percaya apa yang dikatakan Minho..Minho tidak pernah sekasar ini.Dia ini kenapa?

             “tapi aku yakin,kau memiliki perasaan khusus Minho..”ucapku,Minhopun mengurut keningnya.

             “perasaan khusus apa maksudmu?”tanya Minho,akupun menghela nafas.

             “kau…mencintainya bukan?”tanyaku dengan hati-hati,Minhopun terdiam sambil menunduk.

             “mencintainya?”gumam Minho namun aku masih dapat mendengarnya.

             “hmmm..kau mencintainya bukan?jujurlah..itu semua terlihat Minho..”ucapku meyakinkan Minho.

             “ani,malah aku membencinya!”teriak Minho,akupun tertunduk.Saat aku mengedarkan ke sekeliling ruangan,aku mendapati Jiyeon sedang berdiri sambil mengeluarkan air mata di ambang pintu kamar.

             “mianhae,aku mengganggu kalian…aku hanya ingin pamit,aku akan keluar dari sini..”ucap Jiyeon,akupun langsung mencegah Jiyeon.

             “jangan! Diluar sedang salju,kau akan tinggal dimana?”tanya Krystal,Jiyeonpun menggeleng.

             “aku tidak tahu,aku akan mencari tempat yang nyaman untuk ditinggali..”jawab Jiyeon,akupun melihat ke arah Minho yang sedang tertunduk.

             “sudahlah,kalian lanjutkan saja pembicaraan kalian..”ucap Jiyeon.

             “Jiyeon-ah,ikut aku”ucap Minho sambil menarik Jiyeon keluar,akupun kaget dengan perilaku Minho yang kasar.Koper Jiyeon dan tasnya tertinggal di apartementku

End Krystal POV

Author POV

             Minho terus menarik tangan Jiyeon dengan kasar,sehingga Jiyeon merintih kesakitan.

             “Minho-ah..apa…lepaskan!”rintih Jiyeon pelan,badannya sekarang sangat tidak bertenaga,kepalanya sangat berat dan pusing,matanya juga sangat berat Jiyeon sangat ingin memejamkan matanya agar keadaannya lebih membaik.

             “diam!”bentak Minho pada Jiyeon,Jiyeonpun hanya bisa diam dan menangis.Jiyeon tidak berani melawan Minho,namun satu masalah yang sekarang ada dirinya.Kepalanya sangat berat dan pusing,bisa-bisa dia pingsan.Dan belum beberapa menit Jiyeon tidak sadarkan diri.

             “Cepat masuk!”bentak Minho,Minhopun tidak melihat Jiyeon dimana-mana,’Jangan bilang kalau dia kabur!!’pikir Minho,Minhopun pergi ke sisi kiri kanan mobil dan melihat Jiyeon yang tergeletak di jalanan.

***

             “eungg”gumam Jiyeon sambil meregangkan badannya,dia melihat Minho yang sedang tertunduk diam disisi kasurnya,Jiyeonpun melihat ke sekelilingnya.Ini kamarnya dahulu.

             “Minho-ah…”panggil Jiyeon,Minhopun mulai bergerak,Jiyeon yang melihat keadaan Minho yang sangat kacaupun langsung mengeluarkan air matanya.

             “kau sudah bangun?”tanya Minho,Jiyeonpun mengangguk sambil sesenggukan.

             “kau kenapa?”tanya Minho yang melihat Jiyeon menangis,Jiyeonpun malah menambah keras tangisannya.

             “huaaaaaa!! Nappeun..nappeun…”ucap Jiyeon sambil mendorong Minho,Minhopun tersenyum kecil melihat kelakuan Jiyeon yang seperti ini,langsung ditariknya Jiyeon kepelukan Minho.

             “mianhae….mianhae..jeongmal mianhae…nan nappeun namja…aku orang yang menyakitimu Jiyeon..seharusnya aku sadar dan tidak menduakanmu sejak dulu…”ucap Minho sambil menangis,Jiyeon? Dia jangan ditanya.

             “nappeun….neo nappeun namja..”ucap Jiyeon disela tangisannya,Minho hanya bisa diam mendengarkan rengekan dari Jiyeon,Minho tau hati Jiyeon sudah tidak berbentuk lagi..itu semua terlihat,dan yang membuat itu semua adalah..Dirinya,Choi Minho.

             “ulljima…jangan menangis terus..kau akan terlihat jelek kalau menangis..mana Park Ji Yeon yeojaku yang cantik itu huh?”tanya Minho,Jiyeonpun berhenti menangis,namun tidak dengan sesenggukannya.

             “kau mau minum?”tanya Minho,Jiyeonpun mengangguk seperti anak kecil.Minhopun mengacak-acak rambut Jiyeon dengan lembut.Tidak lama kemudian Minho kembali ke kamar membawa segelas air putih dan obat.

             “badanmu masih panas..kau harus minum obat..”ucap Minho,Minho berlutut didepan Jiyeon dan memberikan obat penurun panas,Jiyeonpun membaringkan tubuhnya dikasurnya.Minhopun berdiri dan baru saja Minho memegang kenop pintu.

             “gajima…gajima Minho-ah..”gumam Jiyeon dengan mata tertutup,Minhopun terdiam sejenak,lalu membalikan badannya.

             “gajima…jebal..”ucap Jiyeon sekali lagi,masih dalam posisi yang sama.Minho tidak tega melihat Jiyeon seperti ini,Minhopun mendekati Jiyeon kembali dan duduk disampingnya dan memegang tangan Jiyeon erat,Saat Minho sedang menatap wajah Jiyeon yang pucat,Minho melihat air mata turun dari mata Jiyeon yang tertutup.

             “apakah sangat sakit Jiyeon?”tanya Minho berbisik,namun tidak ada jawaban dari Jiyeon.Jiyeon sudah berlalu ke alam mimpinya.

             “mianhae.”gumam Minho lagi.

Aku menyadari kalau aku sudah menyakitimu..Mianhae..Jeongmal Mianhae..

***

To Be Continue

Annyeong!! huahaha author yakin,pada kesel sama author ya?? soalnya postnya lama banget hehe..begiitulahh..aku sangat sibuk,sehingga tidak punya waktu untuk ngelanjutin ff ini..Oh ya,sedikit pemberitahuan..mulai Part 11 hinga selesai,author akan telat ngepostnya ga bakal setiap hari lagi,karena bakal panjang-panjang dan biar cepet selesainya…gimana gimana? gapapakan?? hehe.. Ya sudah.. comment ya~~

“Like And Comment Is My Oxygen”

Advertisements

21 thoughts on “Lies Marriage {Tenth}

Your Comment + Like Is My Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s