Finally With You|Part 1


Annyeong modu~ Aku COMEBACK dengan FF ku ini,entahlah ceritanya seperti apa,ide ini tiba-tiba saja muncul saat mendengarkan instrumennya NAVI-Diary dan castnya adalah aku sendiri dengan bias-biasku hehe, ya sudah daripada aku banyak bacot mendingan langsung saja kita baca!!!

Happy Reading!! \^^/

Don’t Be Silent Reader

Cast:       Choi Jooyoung

Lee Joon

Son Dong Woon

Choi Ji Ra

Kwon Yuri

JooYoung POV

Choi Jooyoung,itulah namaku tapi teman-temanku suka memanggil dengan sebutan Jooyoung Aku mempunyai seorang teman yang sangat aku sayangi dan sudah kuanggap saudara sendiri,namanya Yuri,Akupun mempunyai Onnie yang sangat sayang padaku,namanya Choi Ji Ra,Dan akupun menyukai seorang namja sejak aku SMP,dan masih sampai sekarang aku kejar-kejar,sekarang aku sudah kuliah,entah kenapa aku terus satu sekolah dengannya ,apakah mungkin kami jodoh??

***

Aku berjalan di koridor sambil melihat keselilingku,dan akhirnya aku mendapati Yuri sedang bersama Dongwoon,ya Dongwoon juga adalah temanku.

“annyeong Yuri…Annyeong Dongwoon..”panggilku sambil melambaikan tanganku.

“ahh…annyeong Jooyoung-ah…”ucap Yuri dan Dongwoon.

‘”kalian sedang apa disini??”tanyaku karena melihat mereka berdua didepan mading dan terlihat banyak anak-anak juga yang melihat ke arah mading,akupun langsung berjalan melewati mereka berdua dan menerobos kawanan(?) anak-anak yang sedang berkumpul,dan terlihatlah jelas.

Prom Day

Datanglah ke Prom bersama Pasanganmu~ di hari Valentine mungkin kalian bisa menyatakan cinta kalian…!!!

Tempat: Aula,14 February 2012.

Akupun keluar dari rombongan anak-anak itu dan menatap Yuri dan Dongwoon.

“aku rasa aku tidak akan ikut..dan aku yakin kalian pasti tau alasannya..”ucapku sambil tersenyum sedih.

“benarkah??padahal aku sangat berharap kau bisa ikut dan menghilangkan ingatanmu itu..”jawab Yuri sambil memegang pundakku.

“entahlah semoga saja ada yang bisa menghilangkan traumaku ini dan membuatku hilang ingatan..”ucapku sambil menghela nafas.Aku,Yuri dan Dongwoon pun berjalan ke kelas,Aku dan Yuri sudah sangat lama satu sekolah dan selalu bersama sementara Dongwoon, Dongwoon adalah teman kecilku.

“ya!ya!ya! itu namja mu tuh!”tunjuk Yuri yang menunjuk ke arah taman dan dibawah pohon itu ada bangku dan bangku itu diduduki oleh Joon,ya namaja yang kusukai adalah Joon.

“aish! Jooyoung,kau mau sampai kapan mengejar-ngejar pangeranmu yang sudah pasti tidak akan kesampaian??”tanya Dongwoon sambil merangkulku.

“entahlah,mungkin sampai aku sudah lelah..”ucapku,Yuripun menghembuskan nafasnya.

“namun,aku yakin kau tidak akan pernah lelah dan menyerah,buktinya sejak SMP kau masih saja mengejarnya.”ucap Yuri sambil terkekeh.akupun terdiam,begitupula dengan Dongwoon.

***

Saat pulang dari kampus,aku langsung keluar dari kelasnya,sementara Dongwoon dan Yuri sudah pulang duluan karena masih ada urusan lainnya.akupun berjalan dengan malas,namun tiba-tiba karena sepertinya aku tidak memerhatikan jalan,sehingga aku menabrak seseorang entah siapa dengan sangat keras,namun aku yakin kalau yang aku tabrak adalah namja.

“ahh…”ringisku sambil memegang kepalaku yang sakit.

“neo gwaenchanhni ?”tanya seorang namja,benar saja pikirku dia adalah namja,setelah aku mengerjap-ngerjapkan mataku dan melihat siapa yang kutabrak aku langsung membulatkan mataku,JOON??!!!.

“kau tidak apa-apa bukan?”tanya JinYoung sambil berlutut di hadapanku.

End Jooyoung POV

Joon POV

Aku sedang berjalan untuk melihat seseorang,aku berjalan sambil melihat keseliling ‘belum terlalu sepi’pikirku,dari kejauhan aku bisa melihat seorang yeoja berjalan dengan malas dan gontai dan sepertinya dia tidak memerhatikan jalan karena aku yakin sebentar lagi aku dan dia akan bertubrukan.Dan benar saja itu terjadi.

“ahh…”ringisnya sambil memegang kepalanya,sepertinya aku tidak asing lagi dengan yeoja satu ini.

“neo gwaenchanhni ?”tanyaku,diapun mengerjap-ngerjapkan matanya,dan setelah melihatku dia seperti melihat setan,apa ada yang salah denganku?

““kau tidak apa-apa bukan?”tanyaku sambil berlutut untuk memastikan wajahnya tidak apa-apa karena dia menabrak dadaku,aku sama sekali tidak merasa sakit,namun aku yakin yeoja itu yang bernama Jooyoung kesakitan.

“ah… jeon gwaenchanh-ayo(aku baik saja).”jawab Jooyoung sambil tersenyum.Akupun mengangguk.

“jeongmal??”tanyaku lagi meyakinkan,karena aku khawatir melihat mukanya yang tiba-tiba pucat.Baru saja Jooyoung berdiri,aku melihat dari hidungnya keluar cairan darah pekat.

“y-ya….hidungmu…”ucapku panik,akupun langsung mengambil sapu tangan yang seingatku berada di kantong celana sebelah kiriku,diapun langsung mengelap hidungnya sedikit dan aku yakin dia kaget.

“n-nan gwarnchanh-ayo…”ucapnya,aku merasa tidak yakin dan akhirnya aku menarik tangannya untuk ke taman karena disana ada keran air untuk umum.

“y-ya! Kau mau membawaku kemana?”tanyanya tapi aku tidak menjawab dan terus menariknya.Saat aku dan dia sampai di taman,dan disana memang sudah agak sepi hanya orang yang lewat-lewat saja.Aku langsung menyalakan kerannya dan mengambil air untuk mengusapkan di bibirnya yang sudah terkena darah itu.

“y-ya..”gumamnya,aku tau dia risih tapi aku hanya merasa tidak bertanggung jawab kalau aku tidak mengobatinya karena dia menabrakku.

“nah sudah selesai..”ucapku,diapun mengelap bekas air yang menempel,dan tersenyum manis ke arahku,DEG! Entah kenapa aku merasa jantungku berdegup dengan kencang??.

“gomawo :D ”katanya,akupun tersenyum dan mengangguk.

“kau Joon bukan??”tanyanya,akupun mengangguk.

“kau Jiyeonkan??sejak SMP kita selalu satu sekolah..”jawabku sambil mengingat masa lalu.

“ahh,ternyata kau tau dan masih ingat.”jawabnya lagi,akupun merasa kikuk didekatnya dan tidak lama kemudian,seorang yeoja tinggi,putih dan cantik menghampiriku.

“Joon~ah!!”teriak Hyunah,ya dia adalah yeoja yang aku puja-puja.

“Annyeong Hyunah…”sapaku kembali,akupun melirik Jooyoung kembali yang terus melihati Hyunah.

“kau sedang apa disini?? Ahh Jooyoung…”sapa Hyunah pada Jooyoung,akupun melirik Jooyoung kembali yang sedang tersenyum manis.

“Annyeong Hyunah…”jawab Jooyoung sambil tersenyum manis.Entah kenapa aku selalu melihat Jooyoung.

Hyunah dan Jooyoung pun terus mengobrol dan tentunya aku juga ikut mengobrol dengan mereka.Setelah lama kami mengobrol kamipun bubar,Hyunah yang sudah dipanggil oleh temannya,dan Jooyoung juga sudah berjalan duluan dariku,aku langsung menyusul Jiyeon.

“Jooyoung -ah!!”teriakku.

“ne??”tanyanya sambil membalikan badannya.

“kau mau pulang?”tanyaku.

“hmm…wae??”tanyanya kembali.

“kau mau pulang denganku?”tanyaku agak gugup.

“ne??! A-aku??”tanyanya lagi.

“iya,memangnya kenapa?”tanyaku bingung.

“a-apakah tidak merepotkan?”tanyanya dengan nada meyakinkan,akupun memasanga gaya berpikir.

“tentu saja tidak….”jawabku dengan yakin,akhirnya diapun mengangguk setuju.

Kami langsung menuju parkiran mobil,dimana memang mobilku terparkir disana.Didalam mobil kami saling diam,karena mungkin Jooyoung gugup denganku,dan jujur saja akupun gugup saat berdekatan dengannya.

“a-aku akan turun didepan saja sepertinya,aku akan ke toko buku dahulu.”katanya sambil tersenyum kearahku.

“wuah?? geulaeseo? OK,aku juga ingin ikut..”jawabku dan aku tau itu membuat Jooyoung kaget.  “wae??”tanya Jiyeon.

“aku…aku…hanya ingin bersamamu saja..”jawabku,ASTAGA!! entah kenapa mulutku ini mengucapkan kata-kata ini,akupun tidak tahu kenapa ini bisa terjadi,akupun langsung melambai-lambaikan tanganku didepan wajah Jooyoung.

“ani..maksudku….aku…aku….ahh sudahlah….ayo kita ke toko buku…”ucap joon sambil membelokan mobilnya ke toko buku.

Di Dalam Toko Buku…

“kau mau membeli buku apa?”tanya Jooyoung,akupun langsung menoleh kearahnya.

“aku? entahlah…aku tidak ada rencana…tapi sepertinya aku akan membeli komik..”jawabku santai sambil melihat-lihat buku dirak yang sudah dijejerkan rapih.

“komik?? Kenapa kau tidak membeli buku yang bermanfaat saja?”tanya Jooyoung sambil bekutik dengan buku yang tebalnya entah seperti apa.

“aku tidak tertarik,arra… kau kan mahasiswi terbaik di universitas kita jadi kau pasti sangat tertarik dengan buku yang seperti itu”kataku sambil mengacak-ngacak rambutnya,entah darimana dorongan itu datang.

End Joon POV

Jooyoung POV

Joon mengacak-ngacak rambutku dengan lembut,apakah ini mimpi??! Sejak tadi dia terus menggodaku…apakah dia juga mempunyai rasa yang sama denganku?ahh tidak mungkin,aku yakin di hati Joon sudah ada Hyunah.

“kau kenapa jadi melamun??”tanya Joon padaku tiba-tiba dan itu berhasil membuyarkan lamunanku.

“ah?? Ania..aku rasa aku sudah cukup dengan buku ini,kau mau membli komik bukan?ayo kita ke counter komik..”kataku sambil menarik tangan Joon.

Di Counter Komik,aku hanya diam saja melihati Joon yang tersenyum-senyum sumringah melihat banyak komik dihadapannya.

“kau sepertinya senang sekali didepan komik-komik ini..”kataku sambil menatapnya.

“hahahaha,begitulah..aku merasa sangat fresh kalau didepanku ini komik semua,aku paling suka membaca komik sambil minum jus..hehe”ucap Joon,akupun tersenyum.

Setelah kami berdua selesai,Joon dan aku langsung menuju kasir dan membayar semua buku kami,ya memang bukan kami,tapi Joon yang membayarnya karena dia memaksa.

“gomawo :D ”kataku sambil  tersenyum,sekarang kami sedang berada di kedai yang tidak jauh dengan toko buku itu.

“untuk?”tanya Joon sambil mengerutkan keningnya.

“kau telah menemaniku dan mentraktirku membeli buku..”jawabku sambil tersenyum.

“ohh,tidak apa-apa…aku tidak bisa melihat seorang yeoja,jalan-jalan sendiri sepertimu..”ucap Joon,akupun tersenyum.Setelah kami berdua makan,Joon mengantarkan aku pulang,ya Joon sudah tahu rumahku,karena dulu dia dan aku pernah bekerja kelompok di rumahku,dan tentunya aku sangat senang.

“sudah sampai…”ucap Joon,akupun menatapnya dahulu dan tersenyum.

“jeongmal gomawo..”ucapku,Joonpun mengangguk dan tersenyum,aku langsung membuka pintu mobil Joon dan Joonpun menjalankan mobilnya kembali,aku terus memerhatikan mobil Joon yang lama kelamaan menghilang dari mataku.Akupun masuk dengan hati yang tentunya berbunga-bunga,baru saja aku masuk ke kamarku dan berganti baju,ponselku berbunyi tanda sms.

From:010-XXX-XXX-XXX

Annyeong, Jooyoung!!! Gomawo untuk hari ini…

-Joon-

-Joon-

Akupun langsung membelalakan mataku,Joon memberiku pesan??!! Aku tidak bermimpi bukan??,akupun dengan senang membalasnya(tentu sajaaaaa)

To:010-XXX-XXX-XXX

Annyeong! Yaaa,darimana kau bisa tahu nomerku??apakah aku pernah memberikannya padamu???

Akupun dengan tidak sabar menunggu balasan dari Joon,dan tidak lama kemudian Joon membalasnya kembali.

From: 010-XXX-XXX-XXX

Apakah kau kaget?aku mendapatkannya dari Yuri hehe maaf ya aku telah lancang,Oh ya Gomawo ya untuk hari ini.. :D

Akupun langsung mengerutkan keningku,’kapan dia tanya pada Yuri??’pikirku,akupun langsung merubah wajahku kembali karena beginipun aku sudah beruntung bisa berhubungan kontak bersama Joon.

To: 010-XXX-XXX-XXX

Ah ya…Thank’s Too,kau juga sudah meneraktirku.. :D

Akupun menunggu balasannya kembali,namun sudah kutunggu 15 menit ternyata dia tidak membalasnya kembali,akupun langsung menghembuskan nafasku dan melempar(?)diriku kekasur.

“huh! Benarkah dia juga suka padaku?”gumamku sembari menutupkan mataku.

End Jooyoung POV

Author POV

Keesokan harinya, Jooyoung dan Yuri sedang berjalan di koridor, Dongwoon sedang ada kelas duluan.

“kau kemarin pulang dengan siapa?”tanya Yuri tiba-tiba, Jooyoung pun langsung menatap Yuri dan berpikir.

“yaaa! Buat apa kau berpikir,kau kan hanya perlu jawab kau pulang dengan siapa..”ucap Yuri sambil memukul kepala Jooyoung dengan gumapalan kertas yang digulung.

“aww…aku pulang dengan Joon,memang kenapa??”tanya Jooyoung sambil berkutik dengan I-Phonenya kembali.

“mwo??!!! JOON??!!!”teriak Yuri sambil menghentikan jalannya,sementara Jiyeon terus berjalan.

“ya!!Jiyeon! kau benar pulang dengan Joon? Bagaimana bisa??ceritakan padaku..”ucap Yuri dengan mulut yang berbusa sepertinya dan sambil menyusul Jiyeon.

“iya,memangnya kenapa??”tanya Jiyeon dengan santai.

“bagaimana bisa?? Kau tidak senang?”tanya Yuri.

“begitulah ceritanya,senang..”jawab Jiyeon dengan singkat,Yuripun sudah kesal dengan jawaban Jooyoung yang singkat.

“ya!!kau ini sedang apa sih??”tanya Yuri sambil merebut I-Phone dari tangan Jooyoung, Jooyoung diam saja tidak memberontak ataupun apa.Yuri melihat pesan dari Joon yang berisi

From: Joon-ie~

Jooyoung-ah!!kau tau?? Sekarang aku sudah berpacaran dengan wanita pujaanku…wuah…hatiku sangat berbunga-bunga,sehabis pulang kuliah,akan aku traktir kau…tentunya bersama Hyunah.

Yuripun langsung mendongakan kepalanya lagi dan menatap Jooyoung yang sedang menatap lurus jalan,tidak lama kemudian Jooyoung menengok ke arah Yuri dan mengambil ponselnya kembali,diapun tersenyum kecil dan berlari meninggalkan Yuri,Yuri tahu akan seperti ini,dan Yuripun mengerti perasaan Jooyoung.

***

Yoseob dan Yuri sedang memerhatikan Jooyoung yang berada di taman,dia terus menopang dagunya dengan tangannya di lututnya,Yuripun langsung memukul pundak Dongwoon.

“mwo??”tanya Dongwoon.

“temani dia,aku akan pulang duluan…aku ada acara keluarga,kau temani dia sekarang…”ucap Yuri,Yoseobpun berpikir sejenak lalu mengangguk.Yuripun meninggalkan Jooyoung dan Dongwoon, Dongwoon menghampiri Jooyoung,dan Dongwoon yakin Jooyoung melamun,karena dia sadar kalau disebelahnya ada dirinya.

“Jooyoung -ah…”panggil Dongwoon sambil melambaikan tangannya di depan muka Jooyoung. Jooyoung pun mengerjap-ngerjapkan mukanya dan tersenyum saat melihat Dongwoon.

“kau sedang apa disini??”tanya Jooyoung sambil tersenyum ke arah Dongwoon.

“aku?aku sejak tadi disini,kaunya saja yang tidak memerhatikanku..”jawab Dongwoon sambil melipat kedua tangannya didepan dadanya.

“benarkah??mianhae..”ucap Jooyoung sambil tersenyum dan memegang tangan Dongwoon, Dongwoon yang kaget dengan perlakuan Jooyoung tiba-tiba dan aneh ini.

“kau kenapa Jooyoung??kau sakit?”tanya Dongwoon tiba-tiba sambil memegang dahi Jooyoung,

“ani,an apa(tidak,aku tidak sakit)…aku baik-baik saja..”jawab Jooyoung sambil tersenyum.

“apa kau masih patah hati?”tanya Dongwoon.

“patah hati?? Joon?”tanya Jooyoung. Dongwoon pun mengangguk.

“hmmm..molla,aku sekarang tidak bisa mengatur hatiku…”’jawab Jooyoung sambil menghembuskan nafasnya.

“kau pasti bisa mengatur hatimu…”ucap Dongwoon sambil tersenyum dan memegang tangan Jooyoung.Jooyoungpun menyenderkan pundaknya ke Dongwoon,Jooyoung menutup matanya dan merasakan angin yang berhembus kemukanya.

Setelah beberapa menit mereka diam di taman,Dongwoon mengajak Jooyoung pulang,Jooyoungpun mengangguk setuju,Dongwoon mengantar Jooyoung pulang dengan mobilnya.

“kau lelah?”tanya Dongwoon.

“hmmm…begitulah…”jawab Jooyoung sambil menengok ke arah Dongwoon yang menatap lurus jalan sambil menyupir.

“istirahatlah,nanti sampai rumahmu akan ku bangunkan..”ucap Dongwoon perhatian,JooYoungpun mengangguk sambil tersenyum.Jooyoungpun menutup matanya.

Tidak lama kemudian,Dongwoon sudah sampai di rumah Jooyoung,Dongwoonpun menengok kearah Jooyoung yang masih tertidur pulas.Dongwoon ingin membangunkan Jooyoung namun tidak tega.Kepala Jooyoung hampir saja akan terbentur kaca,namun Dongwoon langsung mencegahnya dan akhirnya Jooyoungpun menyenderkan kepalanya di bahu Dongwoon.

“hhh…”gumam JooYoung,Jooyoungpun mengucek-ngucek matanya dan melihat ke segala arah.

“kita sudah sampai sejak tadi..”ucap Dongwoon.

“benarkah?? Kenapa kau tidak membangunkanku daritadi??”tanya Jooyoung.

“aku tidak mau menganggu tidur nyenyakmu..”jawab Dongwoon sambil tersenyum.

“haih~ ya sudah,aku masuk dulu ya,kau mau masuk?”tanya Jooyoung sebelum membuka pintu mobil.

“tidak usah,sepertinya aku sudah ditunggu keluargaku..”ucap Dongwoon,Jooyoungpun tersenyum dan melambaikan tangannya.Dongwoonpun melajukan mobilnya.

***

Jooyoung sedang duduk di meja makan dengan kakak perempuannya,sejak tadi Jooyoung hanya membaca buku namun matanya tidak membaca.

“ya!!Jooyoung-ah,kau itu membaca atau tidak sih?”tanya Choi Ji Ra,kakak perempuan JooYoung.

“ne??membaca dong,memang kenapa onnie??onnie mau pinjam?”tanya Jooyoung.

“ani,aku hanya heran saja tidak biasanya kau suka melamun,apakah disekolah sedang ada masalah?”tanya Ji Ra onnie.

“ani,tidak apa-apa mungkin aku hanya kelelahan saja..”jawab JooYoung.Ji Rapun menggelengkan kepalanya.

“kau ke kamar saja,biar aku yang membereskan ini semua..”ucap Ji Ra sambil tersenyum,Jooyoungpun mengangguk.

“kau onnie terbaikku…”ucap Jooyoung sambil mengacungkan jempolnya dan berjalan ke arah kamarnya.

Jooyoung langsung menghempaskan tubuhnya ke kasurnya yang empuk,iapun menutup matanya dan menghembuskan nafasnya.’Apakah aku akan mempertahankan rasa sukaku pada Joon?? Atau aku akan menyerah?? Menyerah atau Bertahan??’pikir Jooyoung dalam hati,tanpa Jooyoung sadari Jooyoungpun meneteskan air matanya.

To Be Continue..

Begitulah ceritanya hehe,maafkan kalo aneh dan tidak dimengerti yaaa,so tunggu saja kelanjutannya…^^
Aku membutuhkan Comment kalian^^
Gomawo :D

2 thoughts on “Finally With You|Part 1

Your Comment + Like Is My Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s